BOVEN DIGOEL - Peringatan Hari Kartini ke-147 di wilayah perbatasan RI–PNG berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Satgas Swasembada Yonif 403/Wirasada Pratista (WP) Koops TNI Habema melalui Pos KM 60 menggelar berbagai kegiatan edukatif dan sosial di SD Negeri Inpres Kampung Kanggup, Distrik Sesnuk, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan R.A. Kartini, tetapi juga sarana membangun karakter, kreativitas, serta semangat kebangsaan bagi generasi muda di wilayah perbatasan.
Komandan Satgas Yonif 403/WP, Letkol Inf Moh Irwan Afandi, menjelaskan bahwa kegiatan diawali dengan upacara sederhana, dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang melibatkan siswa, guru, dan masyarakat.
“Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan lomba baca puisi, mewarnai tokoh Kartini, sepak bola, bakiak, hingga lomba lari. Antusiasme masyarakat sangat tinggi karena ini pertama kalinya mereka merayakan Hari Kartini bersama TNI, ” ujarnya.
Selain perlombaan, Satgas juga menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi warga Kampung Kanggup dengan berkolaborasi bersama tenaga medis dari puskesmas setempat. Kegiatan ditutup dengan makan bersama yang semakin mempererat kebersamaan antara prajurit dan masyarakat.
Komandan Pos KM 60, Kapten Inf Tri Nuranto, menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini memiliki nilai penting dalam menanamkan semangat nasionalisme sejak dini.
“Kami berharap anak-anak lebih mengenal sejarah perjuangan bangsa, memiliki rasa cinta tanah air, serta menghormati jasa para pahlawan sebagai bekal untuk menjaga kedaulatan NKRI di masa depan, ” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari pihak sekolah. Kepala SDN Inpres Kampung Kanggup, Yohanes Haibu (46), menyambut baik kegiatan tersebut.
“Kami sangat senang dan berterima kasih atas perhatian pemerintah dan TNI di wilayah perbatasan. Kegiatan ini membuat anak-anak lebih kreatif dan semakin mencintai Indonesia, ” tuturnya.
Peringatan Hari Kartini di Kampung Kanggup menjadi bukti nyata kehadiran negara di wilayah perbatasan, tidak hanya dalam menjaga kedaulatan, tetapi juga dalam mendorong pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. (PERS)

Updates.